Keliling Indonesia merupakan mimpiku saat masih duduk di bangku SMA, dan setelah menjadi mahasiswa mimpi itu semakin tinggi, yaitu keliling dunia. Meskipun itu mustahil untuk menjadi nyata setidaknya bisa keliling dunia lewat dunia maya, yaitu internet. Jangan ketawa ya. Tapi kali ini tempat wisata bersejarah "Taman Sari" benar-benar saya kunjungi saat masih menjadi mahasiswa di sekolah tinggi swasta Yogyakarta. Kenapa Taman Sari disebut wisata bersejarah, karena Taman Sari Yogyakarta atau Taman Sari Keraton Yogyakarta adalah situs bekas taman atau kebun istana Keraton Yogyakarta.
Saya mengunjungi Taman Sari sebanyak dua kali. Yang pertama, saya mengunjungi bersama teman kuliyah saya. Sedangkan yang kedua, saya mengunjungi bersama teman SMP saya, sekaligus menjadi guide tour teman SMP saya yang sengaja datang ke Yogykarta untuk berlibur. Namun sayang, foto-foto saat mengunjungi Taman Sari sudah tidak ada lagi. Hardisk komputer saya rusak dan semua file hilang termasuk foto-foto jalan-jalan bersama teman saya.
Saya masuk komplek Taman Sari melalui pintu gerbang yang di sebalah kanan, yang di sebelah kirinya seperti ada dua post penjaga. Di sana banyak guide tour yang menawarkan jasa untuk memandu. Namun, karena saya waktu itu masih berstatus mahasiswa yang juga masih mengandalkan uang bulanan dari orang tua, sehingga saya dan teman saya tidak menggunakan jasa guide tour. Dan kami langsung menuju kolam pemandian. Kolam pemandian ini merupakan tempat keluarga sultan untuk bersenang-senang. Air kolam ini keluar dari pancuran yang berbentuk naga.
Setelah puas memandang pemandangan indah dari kolam pemandian, kami melanjutkan mengunjungi sebuah taman yang luas dan di salah satu sisinya merupakan pintu masuk kedua yang disebut Gapuro Agung dengan arsitektur khas Jawa yang terlihat sangat megah dan gagah.
Dari sini kami kebingungan akan melanjutkan ke arah mana, kami belum mengunjungi lorong bawah tanah dan masjidnya. Untungnya penduduk setempat memberi tahu lokasi-lokasi mana yang belum kami kunjungi dan arah menuju tempat tersebut. Kami mengeilingi perumahan sekitar Taman Sari yang sangat hangat meskipun saat itu gerimis membasahi pakaian dan badan kami. "Ayo nak mampir sini, embah ada bakwan goreng ini" seorang nenek tua menawarkan kami bakwan dibalik pintu yang dibuka bagian atas. Kami hanya tersenyum sambil berkata "Nggih mbah, matursuwun".
Saya lupa kronologis waktu mengunjungi Taman Sari. Yang jelas kami menikmati keindahan reruntuhan dari gedung yang mungkin pada jaman dulunya sangat megah yaitu Pulai Cemeti. Saya masih ingat dengan jelas saat mengambil gambar dengan teman saya duduk disebuah bongkahan batu besar yang kemungkinan merupakan puing-puing dari bangunan tersebut. Dulunya bangunan ini berfungsi sebagai tempat beristirahat, sekaligus sebagai tempat pengintaian.
Kami juga mengunjungi sebuah lorong yang akan menuju Sumur Gemuling. Menurut blog sebelah, bahwa Sumur Gemuling adalah sebuah bangunan melingkar yang berbentuk seperti sebuah sumur didalamnya terdapat ruangan-ruangan yang konon dahulu difungsikan sebagai tempat sholat. Sementara itu lorong-lorong yang ada di kawasan ini dahulu konon berfungsi sebagai jalan rahasia yang menghubungkan Tamansari dengan Kraton Yogyakarta.Bagian ini memang merupakan bagian yang berfungsi sebagai tempat pertahanan atau perlindungan bagi keluarga Sultan apabila sewaktu-waktu ada serangan dari musuh.
Gambar terakhir nie, pada saat saya mengunjungiya tidak sempat mengambil gambar. Ini masih satu lokasi di Sumur Gemuling. Di sini ramai antri wisatawan mengambil gambar. Karena hari semakin senja, saya dan teman saya memutuskan untuk pulang.
Taman Sari Kraton Yogyakarta ini wajib dikunjungi oleh wisatawan yang datang ke Yogyakarta. Sangat klasik, indah, dan sedikit mistik saat berjalan di lorong dan saat mengunjungi beberapa ruangan kamar yang ada di Taman Sari.
Peta Lokasi
NB. Foto-foto pada postingan kali ini bersumber dari :
http://www.yogyes.com/
http://dijogjaku.blogspot.com/
http://warung-kabar.blogspot.com/
http://sunoracle-ngegeretkoper.blogspot.com/

0 comments:
Post a Comment